Jumat, 23 September 2016

Konsep Diri


           Konsep diri adalah sesuatu yang harus dipegang teguh oleh setiap manusia, konsep diri manusia berbeda satu sama lain. Agar kita dapat mengetahui konsep diri milik kita masing-masing, kita perlu mengetahui SWOT. Apakah SWOT itu? SWOT merupakan kependekan dari dari Strength ( kekuatan ) ,  Weakness ( kelemahan ) ,  Opportunities ( kesempatan ), dan Threats ( ancaman ). Dengan keempat obyek tersebut, kita dapat memaksimalkan kekuatan diri, menutupi kelemahan diri, memanfaatkan kesempatan yang ada dan menghindari ancaman yang bisa merugikan diri sendiri maupun orang lain.
            Sebagai mahasiswa yang berpendidikan, kita diajarkan untuk berani mengutarakan pendapat entah itu dalam bentuk pertanyaan, menyanggah, dan mengeluarkan argumen. Dalam tanda kutip, pendapat kita haruslah didasari oleh hal yang benar berdasarkan kebenaran, kerja nyata dan usaha konkret. Hilangkan gagasan konsptual yang tidak bisa dilakukan secara konkret. Gagasan konseptual tidak bisa menciptakan perubahan. Sebagai mahasiswa, kita juga harus menghilangkan mental takut salah. Kesalahan bukan halangan untuk menciptakan suatu perubahan, tapi dari kesalahan tersebut kita bisa belajar dan memperbaiki diri.
            Pelajari dan pahami setiap identitas diri supaya tau bagaimana menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari. Pahami hak, kewajiban serta tanggung jawabnya. Mahasiswa mempunyai tanggung jawab yang sangat besar ; Pendidikan dan pengajaran, penelitian dan pengembangan keilmuan, dan pengabdian masyarakat. Intinya semua adalah tentang kebermanfaatan. Lakukan apa saja yang bisa menunjang perubahan baik dan perubahan itu dapat bermanfaat bagi diri sendiri, orang lain dan negara Indonesia. Mental yang baik adalah mental yang siap disalahkan dan tidak takut terhadap kritik.
            Mahasiswa harus sadar akan hak, kewajiban serta tanggung jawabmya, tanggung jawab sosial individual. Caranya? Janganlah persempit tujuan. Pikirkan tujuan yang jelas lalu lakukan secara konkret ( nyata ). Buat diri sendiri menjadi agent of change untuk bisa membantu kontrol sosial dalam masyarakat. Mahasiswa harus turun ke masyarakat karena mahasiswa merupakan wadah penampung dan penyampai aspirasi kepada petinggi-petinggi. Tidak ada pilihan yang salah, yang ada hanyalah pilihan terbaik dari pikiran seorang mahasiswa. Keinginan yang besar haruslah dibayar dengan resiko yang besar pula. Lakukan perubahan , ciptakan perubahan yang bisa bermanfaat untuk orang banyak.
            Melakukan perubahan bukan hanya dari aksi dan menyuarakan pendapat saja, perubahan bisa dilakukan juga dengan cara menulis. Kebanyakan orang dan aktivis menulis karena mengawal pikiran masyarakat / publik, membangun kesadaran nasional, menentang penyimpangan dan ketidakadilan serta membangun persatuan antar masyarakat. Tulisan yang baik isa;ah yang mudah dimengerti, komunikatif, sesuai konteks dan ketentuan serta memenuhi standar etika dan keadilan. Menulis bukan hanya sekedar menyusun kata-kata menjadi sebuah paragraph, menulis juga harus dengan mendengarkan dan menyaring dengan kesadaran otak, optimalisasi mekanisme sudut pandang dan dibutuhkan kreativitas serta keberanian ekspresi jiwa dalam bahasa.
            Jadi bisa disimpulkan bahwa, kita sebagai mahasiswa harus bisa melakukan hal yang bermanfaat bagi kalangan banyak, dengan cara aksi, menyuarakan pendapat, menulis dan lainnya. Sebagai mahasiswa juga kita harus bisa memahami diri sendiri sebelum memahami keadaan sekitar. Dengan begitu, kegiatan yang dilakukan mahasiswa bisa dibilang memenuhi fungsi kebermanfaatan.